Oke, sekarang kita awali dulu dengan pertanyaan: “Mengapa OSN, dan mengapa Astronomi?”

Jujur aja, tujuan utama saya memilih Astronomi adalah hanya demi meraih medali emas OSN – tak peduli fakta bahwa saya seneng baca ensiklopedia Astronomi dirumah. Saya melihat peluang di Matematika semakin kecil, terlebih pembatasan siswa per sekolah yang membuat saya harus bersaing dengan begitu banyak siswa jenius karena saya masuk sekolah dengan tradisi olimpiade matematika yang luar biasa. Saya sempat mengambil Komputer, namun karena melihat peluang di Astronomi lebih tinggi, saya memutuskan untuk pindah lagi.

Mengapa ikut OSN?

  • Meringankan beban orang tua (baca: dapet uang). Beberapa daerah bahkan kalau kalian menang tingkat kabupaten, kalian sudah dapet uang hadiah; lalu kalau sampai ke provinsi dan nasional, apalagi medali… Perunggu aja, untuk medalis OSN tahun ini kalau enggak salah 5 juta di tangan – hasil dari OSN aja. Belum lagi hasil dari OSK, OSP (uang transport ini paling :p), lalu uang saku dari pelatnas, uang apresiasi dari sekolah, uang apresiasi dari diknas provinsi… Bervariasi sih tiap daerah, tapi kalau kalian medali emas, minimal 10 juta di tangan – hanya dari OSN dan Pelatnas!
  • Koneksi, kalian akan menemukan teman-teman (yah memang pas OSN saingan) yang mempunyai minat yang sama. Dengan mengikuti OSN berarti kalian berkesempatan menjalin koneksi dengan teman-teman dari berbagai macam daerah, dan tentunya kita lebih mudah berteman dengan mereka yang minatnya sama bukan?
  • Jalan-jalan. Tentu hal ini tidak berlaku kalo daerah yang kalian bela menjadi tuan rumah (tingkat apapun itu), tapi jika bukan tuan rumah, kalian akan berkesempatan untuk mengunjungi daerah yang mungkin belum pernah kalian kunjungi sebelumnya. Tuan rumah untuk OSN sendiri pasti ibukota provinsi, jadi bisa sekaligus jalan-jalan bukan? Apalagi kalau kalian lolos ke tahap internasional, jalan-jalan ke luar negri bok….
  • Kabur dari sekolah. Lagi-lagi ini tergantung daerah kalian masing-masing sih, tapi saat OSK kalian bisa bolos sehari, OSP bisa 2 hari, OSN seminggu. Kalau kalian dari provinsi unggulan bisa lebih lagi. Ambil contoh saya dari Jakarta, waktu OSK bolos sehari, Pra OSP bolos 3 hari, OSP bolos 10 hari, pelatihan dari PENABUR bolos 5 hari, pelatihan dari DKI Jakarta bolos 10 hari (sayang pas angkatan saya di weekend), pelatihan intensif DKI Jakarta bolos 5 hari (+2 hari weekend), OSN bolos 5 hari, pelatnas 1 bolos sebulan, pelatnas 2 bulan Februari nanti bolos sebulan. Udah banyak banget ya, saya berasa gak sekolah. Hahaha. Tapi mungkin memang kalian akan kesulitan mengejar pelajaran yang tertinggal, so ini balik juga ke kebijakan sekolah masing-masing, kalo kalian dikasih dispensasi yang enak ya lebih menyenangkan lagi tentunya.
  • Pengalaman. Kalian akan tersenyum kalau kalian mengingat-ingat masa-masa kalian ikut OSN, suer deh… Hehehe

Mengapa Astronomi?

  • Persaingan tidak terlalu berat. Di level kabupaten biasanya sekolah-sekolah langganan akan membantai peserta lainnya, dan bahkan sampai tingkat OSN juga nilainya masih terbilang agak jomplang dimana yang menang ya daerah itu-itu aja. Beda dengan bidang IPA mayor, yang level kabupaten aja udah ketemu mereka yang jago-jago. Memang sih, bisa dibilang karena lomba astronomi hampir enggak ada. Jadi ruang masih terbuka lebar untuk maju bersaing.
  • Kurangnya referensi. Saya hampir gak pernah ketemu buku bertemakan olimpiade astronomi di toko buku macam Gramedia, beda dengan buku olimpiade matematika dsb. Bahkan buku Menuju Olimpiade Astronomi buatan dosen ITB pun tidak dijual di toko buku besar, tapi harus pesen ke ITB. Mungkin hal ini juga bikin peminatnya agak kurang, tapi kalau kalian niat mencari referensi, ini bisa jadi nilai plus bagi kalian.
  • Menggabungkan berbagai konsep dasar. Sifat dari olimpiade klasik macam matematika, fisika, dsb adalah konsep-konsep yang dibuat sedalam mungkin, namun Astronomi berbeda. Astronomi adalah gabungan dari Fisika, Matematika, dan Kimia. Dalam Astronomi, kita menggunakan konsep dasar yang kita ketahui dari 3 pelajaran itu untuk memecahkan suatu permasalahan Astronomi. Bagi kalian yang senang belajar pelajaran sekolah kulit-kulitnya saja, Astronomi jadi bidang yang cocok untuk ditekuni.

 

Setelah membaca poin-poin penjelasan saya dan merasa berminat untuk terjun di Astronomi, selamat! Kalian baru menempuh satu tahap, yaitu minat. Langkah pertama sudah kalian ambil, dan selanjutnya adalah berusaha. Sekalipun persaingan tidak begitu ketat, namun kalian juga harus berusaha untuk melawan diri kalian sendiri. Hal yang menyulitkan adalah Astronomi bukan pelajaran yang diajarkan di sekolah, sehingga tidak banyak guru yang bisa mengajarkan. Berikut ada beberapa sumber materi yang bisa kalian pakai:

  • Stellarium – software simulasi langit. Cukup lengkap, dan kalian tidak akan kesulitan memakainya karena sangat user-friendly. Cobalah untuk berlatih menghafalkan peta langit.
  • Forum Astronomi di Facebook – ada banyak, dan biasanya yang berhubungan dengan olimpiade adalah Forum Pelajar Astronomi, walaupun kalian akan menemukan juga banyak alumnus olimpiade di Dunia Astronomi atau Himpunan Astronomi Amatir Jakarta. Cobalah bertanya disana jika kalian punya pertanyaan seputar Astronomi.
  • Ebook Astronomi – ada begitu banyak buku referensi seputar Astronomi yang berbahasa Inggris, dan kalian bisa mencarinya di internet. Rekomendasi saya adalah Fundamental Astronomy karangan Hannu Karttunen, Astronomy: Principles and Practice karangan A. E. Roy, dan The Complete Idiot’s Guide to Astronomy karangan Christopher De Pree. Jika kalian lebih senang membaca materi Bahasa Indonesia, kalian bisa membaca tulisan saya nantinya.
  • Buku Menuju Olimpiade Astronomi – Buku ini dibuat oleh dosen-dosen Astronomi ITB yang menjadi pembina TOASTI (Tim Olimpiade Astronomi Indonesia) dan juga juri OSN. Kalian bisa mendapatkan buku ini di Jl. Ganesa 10 Bandung.

 

Oh iya, ini ada presentasi yang saya buat sewaktu diundang untuk menjadi narasumber juara OSN oleh Diknas DKI Jakarta. Meskipun akhirnya tidak jadi dipakai, namun semoga ini bisa bermanfaat.

Itu aja perkenalan saya tentang Astronomi sebagai bagian dari Olimpiade Sains Nasional, selanjutnya bisa mulai ke materi!

 

 

2 thoughts on “Introduction to Competitive Astronomy

  1. pengalaman bolos buat bimbingan, awalnya seneng tuh bisa bolos tapi aku lupa kalau hari itu ada ulangan matematika, akhirnya ikut susulan argghh

Leave a Reply